You are here
Panduan Praktis Budidaya Buah Naga Buah 

Panduan Praktis Budidaya Buah Naga

Budidaya Buah Naga – Buah Naga merupakan salah satu jenis tanaman kaktus yang berasal dari Meksiko. Buah naga dapat tumbuh optimal di ketinggian 0 hingga 400 mdpl dengan tingkat curah hujan per tahun sekitar 720 mm.

Buah naga merupakan salah satu buah yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi. Harga jual buah naga cenderung jauh lebih mahal dibandingkan dengan berbagai macam buah lainnya. Jika ditinjau dari segi bisnis, buah yang satu ini tergolong masih cukup potensial untuk diusahakan.

Nah, untuk Anda yang ingin memulai usaha budidaya Buah Naga, berikut ini merupakan panduan teknis budidaya buah naga yang dapat Anda jadikan pedoman dalam memulai aktivitas budidaya tanaman buah Naga :

Pembibitan Buah Naga

Tanaman buah naga dapat dibudidayakan dengan metode stek. Penyetekan batang buah naga biasanya dilakukan pada tanaman yang berumur cukup tua dan minimal pernah berbuah sebanyak 4 kali.

Untuk menghasilkan bibit buah naga yang unggul, batang yang distek harus sudah siap stek. Ciri – ciri batang buah naga yang siap untuk distek yaitu sudah cukup umur, berwarna hijau kelabu, memiliki diameter setidaknya 8 cm, bertekstur keras, dan tidak berpenyakit.

Pembuatan Tiang dan Pengolahan Lahan

Buah naga merupakan tanaman merambat. Untuk itu, agar tanaman ini bisa tumbuh dengan optimal, kita perlu membuatkan tiang rambatan. Tiang rambatan dapat dibuat dengan menggunakan beton dengan diameter sekitar 10 hingga 15 cm dan tinggi sekitar 2 hingga 2,5 m. Agar tamanan buah naga dapat ditopang dengan baik, di ujung tiang kita harus membuat penopang dari besi ataupun kayu berbentuk ‘+’, dan juga ban sepeda motor bekas di atasnya.

Untuk pengolahan lahannya sendiri, hanya diperlukan tingakan penggemburan tanah dan pemupukan menggunakan pupuk kandang (10 kg/ lubang tanam), TSP (25 gram/lubang tanam) dan kapur pertanian (300 gram/lubang tanam).

Panduan Praktis Budidaya Buah Naga

Penanaman Bibit di Lahan

Langkah teknis budidaya buah naga yang selanjutnya adalah penanaman bibit ke lahan. Aktivitas penanaman bibit buah naga biasanya dapat dilakukan ketika bibit buah naga telah berusia 3 bulan. Bibit buah naga ditanam di sekitar tiang dengan kedalaman lubang tanam sekitar 10 cm. Satu buah tiang sendiri dapat ditanami 4 bibit buah naga.

Perawatan Tanaman

Agar bisa menghasilkan buah secara optimal, tanaman buah naga harus dirawat dengan sungguh – sungguh. Beberapa aktivitas perawatan yang dibutuhkan oleh tanaman buah naga yaitu :

Pemupukan – aktivitas pemupukan biasanya dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan menggunakan pupuk kompos (dosis 10 kg per tanaman) dan pada saat tanaman sedang berbunga dan berbuah dengan penggunakan pupuk NPK (dosis 50 gram per tanaman) dan ZK (dosis 20 gram per tanaman)

Penyiraman – aktivitas penyiraman dapat dilakukan dengan mendalkan saluran drainase ataupun dengan menggunakan irigasi tetes. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, tanaman buah naga perlu disiram setidaknya 3 kali dalam sehari.

Pemangkasan – buah naga biasanya dipangkas untuk menumbuhkan cabang – cabang tunas baru sehingga produktivitas tanaman bisa ditingkatkan. Aktivitas pemangkasan sendiri biasanya dilakukan setiap 4 bulan sekali.

Pemanenan

Tanaman buah naga biasanya sudah dapat dipanen ketika berusia 10 bulan hingga 1 tahun setelah dipindahkan ke lahan. Tanaman buah naga memiliki siklus produksi yang sangat panjang yaitu sekitar 15 hingga 20 tahun. Dalam satu kali panen, satu pohon buah naga biasanya dapat menghasilkan sekitar 2 buah naga dengan rata – rata bobot per buahnya sekitar 400 hingga 600 gram.

Demikianlah panduan praktis budidaya Buah Naga yang dapat kami sampaikan untuk Anda. Semoga bermanfaat ya!

Related posts

Leave a Comment