You are here
Panduan Praktis Budidaya Jahe Gajah di Lahan Sempit Herbal 

Panduan Praktis Budidaya Jahe Gajah di Lahan Sempit

Pak-Tani.com – Budidaya Jahe Gajah – Jahe Gajah merupakan salah satu komoditi pertanian yang sangat potensial untuk dibisniskan. Permintaan Jahe Gajah tergolong masih sangat tinggi baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Tidak hanya itu, harga jual Jahe gajah juga terbilang cukup tinggi yaitu sekitar 15.000 hingga 25.000 rupiah per kilo gram nya.

Nah, untuk Anda yang ingin memulai usaha budidaya Jahe Gajah, Anda dapat mengikuti panduan praktis budidaya tanaman Jahe Gajah di lahan sempit yang telah kami siapkan berikut ini :

Fase Pembibitan

Sebelum jahe gajah bisa ditanam di lahan yang telah disediakan, Anda harus mempersiapkan bibit rimpang jahe terlebih dahulu. Untuk mendapatkan bibit jahe, Anda dapat menggunakan dua cara yaitu dengan melakukan pembibitan sendiri ataupun dengan membeli rimpang jahe gajah siap tanam yang banyak dijual oleh pembudidaya jahe gajah.

Jika Anda ingin melakukan pembibitan sendiri, Anda dapat mengkuti langkah – langkah berikut ini :

  1. Siapkan rimpang Jahe Gajah yang sehat dan berusia cukup tua
  2. Rendam rimpang jahe dengan lauran fungisida selama kurang lebih 20 menit
  3. Letakkan rimpang jahe di ruangan tertutup dan hindarkan dari terpaan sinar matahari secara langsung
  4. Tutupi rimpang jahe dengan menggunakan jerami padi ataupun daun pisang
  5. Jaga kelembaban rimpang jahe dengan jalan menyiramnya secara rutin setiap hari

Fase Persiapan Media Tanam

Untuk bisa membudidayakan tanaman jahe di lahan sempit dengan hasil yang optimal, Anda dapat mengandalkan polybag ataupun karung bekas yang diisi dengan media tanam berupa campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang yang telah difermentasi (1:1:1).

Baca juga : Panduan Budidaya Bawang Merah Agar Panen Sukses dan Melimpah

Panduan Praktis Budidaya Jahe Gajah di Lahan Sempit
Panduan Praktis Budidaya Jahe Gajah di Lahan Sempit

Fase Pemindahan Bibit

Langkah teknis budidaya Jahe Gajah yang selanjutnya adalah pemindahan bibit jahe ke karung / polybag yang telah disiapkan. Setelah rimpang berusia sekitar 3 minggu, biasanya rimpang jahe sudah mulai mengeluarkan tunas dan siap untuk dipindahkan ke polybag.

Dalam memindahkan rimpang jahe ke polybag ataupun karung, Anda harus memperhatikan posisi mata tunas. Atur posisi mata tunas tanaman Jahe Gajah agar tanaman bisa tumbuh dengan tegak. Selain itu, agar tanaman dapat tumbuh optimal dan tidak roboh, Anda juga harus mengatur tingkat kedalaman lubang tanam. Lubang tanam yang baik biasanya tidak terlalu dalam, namun juga tidak terlalu dangkal (sekitar 5 hingga 8 cm).

Baca juga : Cara Perawatan Tanaman Jahe Di Kebun Sendiri

Fase Pemeliharaan

Jika dibandingkan dengan tanaman lainnya, tanaman jahe gajah cenderung lebih mudah dalam hal perawatan ataupun pemeliharaannya. Berbeda dengan berbagai macam tanaman lainnya yang membutuhkan berbagai macam aktivitas perawatan yang rumit,  tanaman jahe gajah hanya membutuhkan aktivitas perawatan berupa penyiraman dan pemupukan ulang.

Aktivitas penyiraman tanaman jahe gajah biasanya dilakukan sebanyak 2 kali setiap harinya yaitu di pagi dan sore hari, sedangkan aktivitas pemupukan dilakukan setiap 2 bulan sekali dengan menggunakan campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang yang telah difermentasi terlebih dahulu (1:1:2).

Fase Panen                                                                             

Tanaman Jahe Gajah normalnya sudah dapat dipanen saat berusia 10 hingga 12 bulan. Untuk memanen jahe gajah, anda hanya perlu mengeluarkan seluruh rimpang jahe gajah dari dalam polybag ataupun karung yang digunakan, lalu membersihkan seluruh batang dan tunas yang tumbuh. Rata – rata satu polybag tanaman Jahe Gajah mampu menghasilkan sekitar 7 hingga 25 kg, tergantung dengan tingkat intensifitas perawatan yang dilakukan.

Itulah langkah – langkah teknis budidaya Jahe Gajah di lahan sempit yang dapat Anda jadikan panduan untuk memulai usaha budidaya Jahe Gajah. Semoga bermanfaat ya!

Related posts

Leave a Comment