You are here
Cara Budidaya Ikan Gabus Air Tawar 

Begini Caranya Budidaya Ikan Gabus

Budidaya Ikan Gabus – Ikan gabur merupakan salah satu ikan air tawar yang berasal dari Indonesia. Ikan gabus sangat kaya akan kandungan albumin yang berkhasiat sebagai obat penyembuh penyakit hepatitis, sehingga sering digunakan sebagai bahan konsumsi utama para penderita hepatitis.

Jika dilihat dari segi bisnis, usaha ikan gabus tergolong masih cukup menjanjikan. Hal ini dikarenakan jumlah pengusaha yang membudidayakan ikan gabus hingga saat benar – benar masih sangat terbatas, sehingga peluang untuk menguasai pasar masih terbuka lebar.

Jika Anda tertari untuk memulai usaha budidaya ikan gabus, berikut ini merupakan panduan teknis yang dapat Anda jadikan pedoman dalam memulai usaha ikan gabus :

Panduan Teknis Budidaya Ikan Gabus

Pemilihan Induk

Kualitas indukan ikan gabus sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan usaha budidaya ikan gabus. Untuk mendapatkan hasil beih ikan gabus yang berkualitas, indukan yang digunakan juga harus berkualitas.

Ciri – ciri indukan ikan gabus yang berkualitas yaitu : berumur setidaknya 2 tahun, memiliki bobot tubuh yang besar dan proporsional, lincah, tidak cacat, dan tidak terserang penyakit.

Cara Budidaya Ikan Gabus

Persiapan Wadah untuk Pemijahan

Agar aktivitas pemijahan induk dapat berlangsung dengan baik, wadah tempat pemijahan harus disterilkan dari berbagai macam kotoran dan benda – benda yang mungkin dapat menggangu berlangsungnya aktivitas pemijahan.

Pemijahan Indukan

Jika wadah yang akan digunakan untuk pemijahan telah siap untuk digunakan, indukan dapat langsung dimasukkan ke dalam wadah dengan perbandingan indukan 1 : 1. Ketika pemijahan berlangsung, jika ada telur yang naik ke permukaan air, maka harus segera diambil menggunakan skupnet berukuran halus agar telur tidak mengalami cacat.

Aktivitas pemijahan ikan gabus biasanya berlangsung di malam hari. Oleh karena itu, Anda sebaiknya memasukkan indukan ke dalam wadah pemijahan di sore hari dan mengawasi aktivitas pemijahan di malam hari.

Penetasan Telur

Aktivitas penetasan telur dapat dilakukan dengan menggunakan wadah khusus berupa akuarium dengan ukuran 60 x 40 x 40 cm. Dengan akuarium sebesar ini, jumlah telur ikan gabus yang dapat ditetaskan adalah sekitar 12.000 butir.

Penetasan telur biasanya berlansung dalam jangka waktu 36 jam pada suhu 27o Celcius. Jika telur masih belum menetas dalam jangka waktu tersebut, maka kemungkinan besar telur tersebut memang tidak menetas atau busuk.

Pemeliharaan Larva

Larva ikan gabus biasanya terlahir dilengkapi dengan cadangan makanan yang dapat digunakan untuk bertahan hidup selama kurang lebih 3 hari. Setelah 3 hari, larva ikan gabus harus sudah mulai diberi makan. Pakan yang diberikan dapat berupa pakan buatan dari rebusan kuning telur ataupun pakan alami dari kutu air. Pemberian pakan dapat dilakukan sebanyak 2 kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari.

Pemanenan Benih dan Pendederan Ikan

Jika tujuan usaha budidaya ikan Gabus adalah untuk penjualan benih, maka benih ikan Gabus sudah dapat dipanen dan mulai dipasarkan setelah berusia kurang lebih15 hari. Sedangkan jika tujuan usaha budidaya adalah untuk usaha pembesaran dan pemasaran ikan konsumsi, maka benih ikan gabus harus didederkan terlebih dahulu sebelum siap untuk dijadikan benih untuk usaha pembesaran.

Untuk membesarkan benih, Anda dapat merawat benih di kolam tanah dengan tingkat kepadatan tebar benih sekitar 200 ekor/m2. Dalam masa pendederan awal ini, benih dapat diberi pakan alami seperti kutu air ataupun pakan buatan berupa tepung pelet. Masa pendederan awal ini biasanya dilaksanakan sekitar 3 minggu. Setelah 3 minggu, benih ikan sudah siap untuk dipelihara hingga mencapai ukuran konsumsi.

Demikianlah sedikit informasi mengenai teknis budidaya Ikan Gabus yang bisa kami bagikan untuk Anda. Semoga bermanfaat ya!

Related posts

Leave a Comment