Header Ads

6 Teknik Budidaya Pepaya Agar Meningkatkan Hasil Panen

Pepaya (Carica papaya L.), atau betik adalah tumbuhan yang berasal dari
Meksiko bagian selatan dan bagian utara dari Amerika Selatan, dan kini
menyebar luas dan banyak ditanam di seluruh daerah tropis untuk diambil
buahnya. C. papaya adalah satu-satunya jenis dalam genus Carica. Nama
pepaya dalam bahasa Indonesia diambil dari bahasa Belanda, "papaja", yang
pada gilirannya juga mengambil dari nama bahasa Arawak, "papaya". Dalam
bahasa Jawa pepaya disebut "kat├Ęs" dan dalam bahasa Sunda "gedang".





Selain itu, dapat dilihat dari Manfaat, pepaya mengandung banyak nutrisi
dan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh seperti A dan C, selain itu juga
buah pepaya yang dapat kita gunakan seperti jus, dodol, dan lain-lain.
Menjadi salah satu buah yang paling dicari di masyarakat. (Baca Juga: Cara
Menanam Daun Ketumbar )

Pepaya memang banyak jenisnya, tetapi ingin mendapatkan buah pepaya yang
bisa dipanen setiap waktu. Maka dari itu, pepaya Bangkok adalah solusi yang
dapat digunakan saran untuk Anda yang ingin memiliki buah papaya yang tidak
dapat henti-hentinya berbuah. Selain itu, pepaya Bangkok ini memiliki
ketahanan yang baik. Karena disetujui jadi rentan waktu yang diperlukan
pepaya ini tergolong lebih lama dari umumnya. Untuk lebih jelasnya cara
menanam pepaya, mari kita ulas lebih lengkap proses penanamannya.

Tahapan awal dalam budidaya pepaya california adalah proses pembibitan atau
persemaian. Sebab jika ditanam langsung ke lahan maka resiko kegegalan akan
lebih besar sebagaimana cara merawat tanaman buah jambu kristal . Dengan
penyemaian terlebih dahulu maka tanaman dapat dengan mudah beradaptasi
dengan lingkungan yang baru sebab telah memiliki struktur akar yang kuat.
Beberapa hal yang wajib anda persiapkan sebelum memulai tahap pembinitan
antara lain adalah sebagai berikut :

1. Cara Pemilihan Benih

Pertama gunakan bibit atau benih yang berkualitas dan bersertifikat
sekaligus juga yang memilikinproduktifitas yang tinggi.

Setelah itu, simpan benih ditempat yang sejuk dan tidak terpapar matahari
langsung.

Setelah bibit siap maka anda bisa menyiapkan polibag yang berisi media
tanam.

Media tanam terdiri dari tanah halus dan kompos yang dimasukkan kedalam
polibag.

Sebelum disemai sebaiknya benih di rendam menggunakan air selama 1 jam.

Kemudian pilih benih yang tenggelam dan buang benih yang yang mengambang di
dalam air.

Setelah itu, semai benih didalam polibag hingga benih tertupi dibawah
permukaan media minimal 0,5-1 cm.

Letakkan polibag di tempat yang sejuk dan lakukan penyiraman secara
teratur.

Setelah 1 minggu maka benih akan mulai tumbuh.

Pemeliharaan masih harus terus berlanjut hingga tanaman siap dipindahkam ke
lahan tanam.

2. Pengolahan tanah dan penanaman

Berikut ini adalah pengolahan lahan untuk budidaya pepaya di lahan tegalan
atau hamparan non terasering. Pertama-tama, lahan dicangkul atau dibajak
untuk menggemburkan tanah. Kemudian buat bedengan dengan lebar 2 meter,
panjangnya menyesuaikan bentuk lahan dan tinggi 20-30 cm. Jarak antar
bedengan selebar 50 cm. Jarak tanam budidaya pepaya hendaknya disesuaikan
dengan luas tanam. Berikut ketentuannya:

Budidaya pepaya Budidaya pepaya 1-5 Ha jarak tanamnya 2×2,5 meter

Budidaya pepaya >1 Ha jarak tanamnya 3×3 meter

Buatlah lubang tanam sesuai dengan jarak tanam, ukuran lubang tanam
50x50x40 cm. Sebaiknya pembuatan lubang tanam tidak di musim hujan. Ketika
menggali lubang tanam, pisahkan tanah bagian atas dengan tanah bagian
bawah. Biarkan lubang tersebut terbuka selama 1-2 minggu.

Kemudian campurkan pupuk dasar berupa kompos atau pupuk kandang yang telah
matang dengan tanah bagian atas. Dosis pupuk sebanyak 20 kg per lubang
tanam. Kemudian masukkan terlebih dahulu tanah bagian bawah kedalam lubang
tanam, selanjutnya masukkan tanah bagian atas. Biarkan kembali lubang tanam
yang telah tertutup selama 1-2 minggu.


3. Persiapkan Lahan

Biasanya pada usia 2 bulan bibit sudah dapat dipindah ke lahan yang
digunakan sebagai media tanam, namun untuk meminimalisir resiko tanaman
pepaya mati maka sebaiknya Anda melakukan pemindahan pada usia 3 bulan.


Namun sebelum Anda memindahkan tanaman pepaya ke lahan yang menjadi media
tanam, sebelumnya Anda harus mempersiapkan lahannya terlebih dahulu. Pada
tahap ini Anda bisa melakukan langkah langkah berikut ini.


Tanah yang akan digunakan sebagai media tanam harus bersih dari rumput dan
semak.


Gemburkan tanah dengan cara mencangkul


Birkan tanah yang sudah dicangkul selama 1 minggu, ini dimaksudkan supaya
racun yang ada di dalam tanah bisa hilang dengan terbawa angin ataupun
terpapar sinar matahari.


Perhatikan PH tanah, apabila kurang dari 5 maka Anda perlu melakukan
pengapuran dan diamkan selama 2 minggu supaya PH tanah menjadi netral.


Gunakan pupuk kandang supaya tanah kaya dengan unsur hara, proses ini
sangat penting karena akan menunjang optimalnya pertumbuhan pepaya. Diamkan
selama satu minggu.


4. Penanaman

15 hari sebelum bibit ditanam, terlebih dahulu dibuat lubang tanam dengan
jarak tanam 2,5 × 2,5 m. Selanjutnya, bibit pepaya dimasukkan ke dalam
lubang tanam yang sebelumnya sudah diberi pupuk kandang atau pupuk kompos.
Setiap lubang tanam diisi dengan satu buah bibit. Proses penanamannya
dilakukan kompilasi sakit hari.



5. Pemeliharaan tanaman

Pemeliharaan tanaman pepaya california memerlukan penyiangan, penyiraman
dan pembumbunan. Penyiangan dilakukan secara manual dengan cara mencabuti
rumput atau membabat. Sementara penggunaan herbisida dihindari karena dapat
mencegah dan merusak tanaman pepaya california.


Penyiraman dilakukan saat musim kemarau atau jika tanah dalam kondisi
kering. Penyiraman dapat dilakukan dengan sistem leb (penggenangan) atau
menggunakan sprinkler.


Pembumbunan dilakukan dengan tujuan menutup akar yang ada dipermukaan tanah
sekaligus untuk membuka pertumbuhan akar baru. Pembumbunan juga membantu
untuk memperbaiki batang tanaman pepaya agar tidak mudah roboh. Pembumbunan
dilakukan setelah penyiangan dan dilakukan bersamaan dengan pemupukan
susulan.


Setelah satu minggu mulai buat bedengan dengan lebar 2,5 meter, tinggi
sekitar 30 cm dan jarak antar bedengan sekitar 50cm.


Buat lubang tanam diatas bedengan dengan ukuran 50x50x50 dan jarak tanam
2×3 meter.


6. Pemanenan

Budidaya pepaya biasanya dapat dipanen setelah berumur 9-14 bulan.
Frekuensi panen bisa dilakukan setiap 10 hari sekali. Produktivitas
budidaya pepaya berkisar 20-35 ton per hektar. Produktivitas ini tergantung
dari kondisi iklim, varietas dan teknik budidaya.


Buah pepaya yang dipetik harus mendekati stadium matang pohon. Cirinya
terdapat garis-garis menguning pada kulit buahnya. Bila hasil panen akan
dipasarkan ke tempat yang jauh, bisa dipetik lebih dini.

No comments

Silahkan komentar di bawah ini